contoh laporan sistem basis data adalah sebagai berikut...
hahaha :D
http://www.4shared.com/rar/aLu9uN3a/laporan.html
sarannya ya ....
makeit_it_u_know
Tuesday, April 9, 2013
jenis jenis web browser
http://www.4shared.com/office/OVNNHqcu/I_Kadek_Dedy_Suhardiman_AE111_.html
link diatas untuk mendownload sedikit materi tentang web browser..
sarannya tolong yaa...
link diatas untuk mendownload sedikit materi tentang web browser..
sarannya tolong yaa...
contoh web standar untuk pemula
ini merupakan beberapa contoh web untuk pemula..
kalo mau download...
ini linknya bro..
http://www.4shared.com/rar/bUqslcTU/web_sederhana.html
:D
kalo mau download...
ini linknya bro..
http://www.4shared.com/rar/bUqslcTU/web_sederhana.html
:D
artikel
SENI BUDAYA
(Dramatari Gambuh)

I
Kadek Dedy Suhardiman Wahyudi
SEKOLAH TINGGI
MANAJEMEN
INFORMATIKA DAN TEKNIK KOMPUTER
(STMIK)STIKOM
BALI
2012
Pulau Bali yang
juga dikenal dengan sebutan pulau seribu pura dengan mayoritas
penduduknya menganut agama Hindu, merupakan sebuah pulau yang kaya akan aneka
ragam seni pertunjukan. Menurut catatan STSI Denpasar, di awal tahun 1984
tercatat 66 jenis kesenian yang berkembang di Bali. Berdasarkan pemetaan kesenian
yang dilakukan oleh Universitas Udayana dan STSI Denpasar pada tahun 1992,
tercatat adanya 5612 kelompok seni pertunjukan diseluruh Bali. (Bandem,
1996:62).Tidaklah berlebihan, kalau Mantle Hood seorang tokoh ethnomusikologi
dunia asal Amerika Serikat menyebut Bali adalah sorga dari dunia seni “paradise
in the world of arts” (Soedarsono, 1999:17).
Pendahuluan Satu diantara dramatari
klasik Bali yang dianggap bermutu tinggi oleh para budayawan asing adalah
Gambuh. Kesenian ini mengingatkan akan kebangkitan kerajaan Bali masa lampau
dan merupakan warisan budaya yang paling indah dari semua teater Bali. Di atas
segalanya Gambuh adalah tarian luar biasa, terkadang lucu dan keras, terkadang
kasar dan sengit, terkadang dilakonkan oleh penari lanjut usia dengan
keanggunan yang menghanyutkan, namun terkendali. Pada jaman kerajaan, peranan
puri / raja dalam kehidupan seni budaya sangat besar.Raja merupakan pengayom,
pembina, dan pemelihara kehidupan seni budaya, termasuk tari pada
khususnya.Sebagai teater istana, hampir setiap puri memiliki bangunan yang
disebut Bale Pegambuhan.Namun kini kesenian Gambuh telah menjadi milik desa
yang tetap dipertahankan untuk kepentingan upacara.
Gambuh merupakan
suatu istilah yang tidak hanya populer di Bali, akan tetapi diberbagai daerah
di Indonesia, seperti Jawa, Sunda, Sulawesi, Lombok, Madura dan lain
sebagainya. Kata Gambuh tersebut mempunyai pengertian yang berbeda-beda pada
setiap daerah. Di Jawa, kata Gambuh dipakai untuk menyebutkan sejenis kidung
(vokal) dan juga nama seekor belalang (Bandem, 1983:68-69). Secara etimologi, Gambuh
berasal dari kata Gam yang berarti jalan/bergerak danbuh = bhuh = bhu yang berarti bupati atau raja-raja.
Gambuh berarti jalan hidup atau hikayat raja-raja (Bandem, 1975:16-17).Secara ontologis
dan terminologis banyak pendapat yang bermunculan terkait dengan pengertian
kata Gambuh. Menurut I Made Bandem, “Gambuh adalah terlalu kasih kepada orang
yang tidak bisa berterima kasih (bahasa Melayu); kulina wis krep nidake (bahasa Jawa); bisul dan tekes (bahasa Sunda); bangsa kledek, sedangkan kledekitu sendiri adalah
sebuah tari-tarian rakyat Jawa Tengah yang ditarikan oleh penari-penari wanita.
Penari tersebut menyajikan tariannya di jalan-jalan diikuti oleh beberapa
pemain musik Jawa.”(Bandem, 1975:25-26).Gambuh merupakan drama tari paling tua
dan dianggap sebagai sumber drama tari Bali.Gambuh merupakan warisan drama tari
yang dipentaskan dalam istana Majapahit tahun 1334 sampai abad ke 16.Setelah
berakhirnya masa kejayaan kerajaan Majapahit di pulau Jawa awal abad ke 16,
terjadi gelombang perpindahan besar-besaran raja-raja Majapahit ke pulau
Bali.Di pulau Bali kebudayaan Hindu berkembang tanpa gangguan sampai Bali
ditaklukan oleh Belanda 1906-1908.Sebagai keluarga bangsawan Jawa yang terbuang
ke Bali, mereka hidup bersama para pengikutnya.Seluruh unsur kebudayaan Bali
mereka masukan ke dalam peninggalan budaya Majapahit termasuk segala aspek
kesenian (Bandem, 1996:26-27). Menurut Dibia, drama tari Gambuh adalah suatu
drama tari klasik yang berbentuk total teater, dimana didalamnya terpadu dengan
baik dan harmonis unsur-unsur tari, tembang/dialog/vokal drama dan sastra
(Dibia, 1978:9).
Sebagai salah
satu bentuk seni klasik dan tertua di Bali, Gambuh telah mengalami berbagai
periode historis, masa populer atau kurang populer. Gambuh pernah mengalami
masa-masa kejayaan, ketika ia terlahir sebagai seni istana dan diayomi oleh
para raja. Dalam kapasitasnya sebagai seni istana (puri) serta
dukungan yang sangat kuat dari raja yang cinta akan perkembangan kebudayaan,
Gambuh mengalami perkembangan yang sangat pesat. Gambuh menjadi seni kesayangan
seisi puri dan masyarakat sekitarnya.Kondisi ini telah menyebabkan Gambuh
tumbuh dan berkembang menjadi teater besar istana pada abad ke-19. Hal ini
semakin mendapat legitimasi dimana kebanyakan istana pada abad ke-19
memilki bangsal khusus yang disebut bangsal Gambuh atau bale pegambuhan (Formagia, 2000:21). Dalam realitasnya
sekarang, masa-masa kejayaan Gambuh mungkin hanya tinggal kenangan.Kemajuan
yang begitu pesat dibidang ilmu pengatahuan dan teknologi (khususnya teknologi
informasi) telah membawa dampak yang luar biasa terhadap perubahan
sosio-kultural masyarakat.Kesenian Gambuh mulai ditinggalkan, dan pertunjukan
Gambuh sepi penonton.
Demikian pula Gambuh didukung oleh
berbagai karakter, seperti karakter halus (tokoh Rangkesari dan Panji),
karakter keras para patih Arya dan Prabangsa karakter lucu Demang Tumenggung
dan lainnya. Masing-masing tokoh memiliki gending iringan tersendiri yang
dipimpin oleh suling panjang hingga 90 cm dengan karakter agung, dinamis dan
manis. Di samping itu ditengah-tengah penabuh duduk satu atau dua orang juru
tandak yang berfungsi untuk menghidupkan suasana dalam dramatisasi pertunjukan
seperti sedih, gembira, marah, lucu dan sebagainya.Sebagai dramatari tertua,
setiap tokoh karakter putra maupun putri memiliki tatanan busana
tersendiri.Perpaduan seni yang kompleks itulah membangkitkan inspirasi
empu-empu seni berikutnya untuk mentransformasikan ke dalam bentuk tari-tarian
baru yang lahir belakangan.
Gambuh
merupakan tarian yang sulit dipelajari karena memerlukan penghayatan
dramatisasi, perbendaharaan gerak tari, maupun ucapan yang telah dipolakan.
Setiap tokoh utama harus mampu berbahasa kawi atau Jawa kuno yang akan
diterjemahkan oleh para panakawan.
Subscribe to:
Comments (Atom)